Ada makna tersendiri dibalik kehendak-Nya menciptakan aku untuk berada di dalam raga ini, Raga yang terkadang bahkan tidak kukenali. Jiwaku seperti terperangkap dan terkekang di dalamnya. Setiap kali aku berhadapan dengan cermin, aku seolah-olah berhadapan seseorang yang asing di depan mataku, dia yang kusebut juga dengan "aku". Meskipun terkadang aku membencinya, tapi entah kenapa "aku" juga adalah orang yang terpenting dalam hidupku, sosok yang terlihat begitu lemah dan selalu ingin kulindungi.
Aku seringkali terlena dalam alam bawah sadarku, seringkali pula terlena dalam kenangan-kenangan yang indah, tempat dimana semua yang "aku" inginkan bisa jadi kenyataan. Aku begitu mencintai "aku", sehingga aku terkadang melakukan apapun untuk membuat "aku" mendapatkan semua yang diinginkannya.
Kadang-kadang dengan frontalnya, aku memaki orang lain agar "aku" tidak disakitinya. Kadang-kadang aku memakaikan topeng di wajah "aku" agar ia terlihat manis, agar teman-temannya senang bermain dengannya. Kadang-kadang aku berbicara keras-keras, berlari kencang-kencang, melompat tinggi-tinggi, melakukan semua hal yang agak berlebihan agar orang lain setidaknya memperhatikan si "aku" yang terlihat kesepian.
Ada suatu waktu dimana "aku" berkenalan dengan cinta, cinta mengajak "aku" menari-nari, mengajaknya terbang tinggi diatas langit. Sebenarnya aku agak khawatir dengannya, tapi melihat "aku" tersenyum bahagia, aku pun turut senang. Selain "aku", aku juga jadi mencintai cinta. Aku berusaha sekeras mungkin agar "aku" mendapatkan cinta. Melihat "aku" dan cinta bahagia merupakan hal yang terindah dalam hidupku.
Lalu pada suatu hari cinta berubah, cinta tidak lagi memuja "aku", sedikit demi sedikit pun terbongkar semua kebusukan cinta. Aku marah besar !! cinta telah menghina "aku" yang sangat kusayangi, Lalu kukatakan pada "aku" agar ia segera meninggalkan cinta, namun "aku" terus saja menangis, ia tidak mungkin bisa hidup tanpa cinta. Aku kesal dengan mereka, lalu aku usir saja cinta dari kehidupan "aku"
Aku lupa bahwa aku juga mencintai cinta, cinta kini membenci "aku", aku juga jadi benci dengan "aku", kadang aku ingin meninggalkan "aku" yang membuatku malu !! Aku benci "aku" !!! "aku" yang bodoh !! "aku" yang ditinggalkan cinta !! Aku ingin berpisah dengan "aku" dan pulang ke sisi Tuhan saja !! tanpa kendali jiwaku menjerit-jerit..tapi aku masih saja terperangkap disini, di ragaku yang aku benci.
Orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman-temanku adalah kekuatanku satu-satunya saat ini. Dengan pelukan hangat ibuku, dan kata-kata darinya yang membuat aku kembali mencintai "aku" . Cinta bukan alasan yang kuat untuk membenci "aku" yang sudah bersama-sama denganku selama 20 tahun ini.
Aku merasa bersalah kepada Tuhan, karena aku ingin pergi dari "aku" yang merupakan ciptaan terindah-Nya. Aku tidak akan menyakiti "aku" lagi, akan kulakukan yan terbaik agar membuatnya bahagia..Ah, maksudku "membuatku" bahagia :))
Bandung, 20 Desember 2009
Nisa Silmi
Selasa, 16 Februari 2010
aku, cinta dan "aku" , a confession of a narcissist..
Diposting oleh nisasilmi di 05.16
Label: tentang hidup
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar